
Kalau sekadar untuk fotografi sehari-hari—seperti memotret keluarga atau teman kala liburan—bisa dibilang kemampuan saya lumayan. Yah, tak buruk-buruk amat. Selama memanfaatkan cahaya alami dan menerapkan yang namanya rule of thirds (komposisi sepertiga bidang), hasilnya sudah memadai untuk diunggah ke Instagram atau Facebook. Namun lain ceritanya jika saya mesti berurusan dengan foto produk. 🙄
Itulah sebabnya, ketika dulu adik saya meminta bantuan untuk tugas kuliahnya, saya menolak dengan berat hati karena yakin hasilnya tidak akan sesuai harapan. Pasalnya, membuat foto produk itu rumit. Tampil menarik saja tidak cukup, harus ada daya tariknya juga bagi calon pembeli. Sebab pada akhirnya tujuannya adalah supaya produk tersebut laku, bukan?
Dan rasanya tidak berlebihan bila saya katakan bahwa banyak orang di luar sana yang sama dengan saya. Misalnya, butuh foto produk yang profesional, sementara pemahaman soal fotografi sendiri hampir nol. Ditambah lagi, biaya untuk menyewa fotografer tak selalu terjangkau, apalagi bagi pengusaha yang baru memulai atau pemilik bisnis skala rumahan.
Tetapi bagaimana seandainya jika Anda bisa membuat foto produk ala studio dengan gratis dan hanya memakan waktu sekitar sepuluh menit? Ya, berkat bantuan AI, Anda sendiri juga bisa membuat foto produk bergaya studio yang aesthetic itu, dan yang terpenting, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun!
Namun sebelum saya jelaskan caranya, pertama-tama saya perlu menekankan sesuatu. Di sini saya sama sekali tidak bermaksud mengatakan bahwa tutorial ini dapat menggantikan peran fotografer profesional. Lebih tepatnya, tutorial ini sebaiknya dijadikan sebagai solusi sementara.
Artinya, apabila suatu hari nanti usaha Anda makin maju dan anggaran untuk menyewa fotografer sudah terkumpul, keputusan terbaik tetaplah dengan menggunakan jasa fotografer itu. Dengan bantuan fotografer, ide dan visi Anda bisa diterjemahkan dengan jauh lebih akurat. (Menurut saya, ini pula batas terbesar AI di mana teknologi tersebut masih belum sepenuhnya mampu menangkap apa yang kita inginkan dan mewujudkannya secara sempurna...)
Kalau sudah jelas, maka berikut hal-hal yang perlu Anda persiapkan lebih dulu:
- Foto produk dengan pencahayaan yang baik dan detail yang tajam, khususnya pada tulisan di label depan.
- Foto referensi bebas lisensi. Anda bisa mengambilnya dari website seperti Unsplash, Pexels, Pixabay, Freepik, dan sejenisnya.
- Akun ChatGPT (gratis).
- Akun Gemini (gratis).
Selanjutnya, ikuti langkah-langkah berikut. Pertama, upload foto referensi ke ChatGPT (tekan tombol + dan pilih “Add photos & files”), lalu paste prompt di bawah ini:
Buatkan prompt dalam bahasa Indonesia untuk mengganti produk pada gambar referensi ini dengan produk yang akan saya siapkan dan memungkinkan saya untuk mengganti ras model menjadi (sebutkan ras model Anda, misalnya Indonesia, Korea, Jepang, kulit putih, kulit hitam, dan sebagainya). Prompt tersebut juga harus memerintahkan Nano Banana untuk tetap setia mempertahankan aspek lain-lainnya.

Perlu diingat, karena Anda menggunakan akun ChatGPT gratis, maka jumlah foto referensi yang bisa Anda upload cukup terbatas. (Seingat saya, jumlahnya sekitar empat atau lima foto.) Nah, bila Anda berencana membuat banyak foto produk sekaligus, sebaiknya siapkan lebih dari satu akun.
Setelah Anda memasukkan prompt tadi dan mendapatkan hasil dari ChatGPT, salin dan pindahkan ke Gemini. Kemudian, upload foto referensi dan foto produk Anda (tekan tombol + dan pilih “Upload file”). Jangan lupa pilih opsi “Buat Gambar” di bagian bawah lalu ubah ke mode “Pro”.

Sama halnya seperti ChatGPT gratis, mode ini juga punya batas pemakaian bagi pengguna Gemini gratis. Jadi, siapkan juga beberapa akun supaya Anda bisa mengulang-ulang prosesnya sesuai kebutuhan. Setelah semuanya siap, tekan “Enter” dan tunggu hasilnya.
Jika beruntung, Anda bisa mendapatkan hasil yang pas dalam sekali percobaan. Namun kenyataannya, AI cenderung kerap bertingkah sesuka hatinya sendiri walaupun arahan sudah dibuat sejelas mungkin. (Saya sendiri, sewaktu membuat tutorial ini, harus mencoba tiga kali sampai Gemini memberikan gambar yang benar-benar saya mau.)
Untuk itu, gunakan tombol “Ulangi” hingga muncul foto terbaik. Kemudian, periksa dengan teliti apakah teks pada kemasan produk sudah benar, apakah pose atau gerakan model terlihat wajar, dan detail-detail lainnya. Intinya, jangan cepat puas hanya dalam beberapa kali percobaan!
Katakanlah Anda sudah betul-betul puas dengan hasilnya. Tetapi bagaimana jika Anda masih mengejar tampilan yang terasa lebih seperti studio foto? Untuk itu, cukup masukkan prompt “Terapkan side lighting”. Satu perintah ini langsung memberikan efek yang signifikan, seperti pada contoh before and after di bawah ini.
.png.gif)
Untuk menyimpan gambarnya, arahkan kursor ke atas gambar lalu klik “Download ukuran penuh”.
Tunggu dulu, masih belum selesai. Ada satu hal lagi yang perlu Anda bereskan sebelum foto produk buatan AI ini siap Anda pasang di website, media sosial, atau platform jualan Anda.
Perhatikan watermark Gemini di pojok kanan bawah. Nah, bagian itu perlu Anda hilangkan. Awalnya saya sempat terpikir untuk menyarankan menggunakan Photoshop atau Snapseed, tetapi kemudian terpikir solusi yang lebih cerdas: kenapa tidak sekalian membuat foto terlihat lebih profesional dengan menutup watermark tersebut menggunakan logo usaha Anda?
Cukup sesuaikan ukuran logo hingga pas menutupi watermark, dan selesai. Hasil akhirnya adalah foto produk siap pakai buatan Anda sendiri dengan biaya nol rupiah!
Nah, silakan Anda mencobanya sendiri, lalu beri tahu saya bagaimana hasilnya. Kalau ada pertanyaan, jangan sungkan untuk bertanya baik lewat komentar maupun email supaya saya bisa memberikan jawaban secepatnya. Selamat mencoba! 😊

Tidak ada komentar
Posting Komentar
Silakan tinggalkan jejak berupa tanggapan, pertanyaan, atau sapaan 😊